Rumahsakit : Menjaga Roh Indies Khatulistiwa Tetap Menyala

Dari salah satu  sektor bangunan M Bloc Space gelegar musik berkelas terkurung dalam ruang kedap suara, di dalamnya para pemburu irama mendangak haus menunggu cekok karya berkelas dari Rumahsakit yang hari itu umurnya menapak 25 tahun.

Terlihat jelas keseriusan Rumahsakit di malam itu. Hitungan nya penuh presisi untuk hadirin. Membayar rindu jumpa kembali sekaligus penasaran atas karya baru, keduanya ditukar kontan sesuai porsi. Kurasinya terpapar jelas, pemilihan lagu, musisi tamu hingga konsep acara. Deretan musisi tamu sekelas Jimi Multhazam, Sari Sartje, Adinda Thomas, Ade Paloh hingga penyalur rambat bunyi elektronik sekaliber Indra 7 meramaikan altar perhelatan XXV 25th Anniversary Gig Rumahsakit 24 November 2019.

Tembang Pop Kinetik dari album 1+2 jadi pembuka pentas, energi tersalurkan sempurna sebagai pemanasan ke jenjang berikutnya. Selanjutnya padupadan kedua 1+2 dan Timeless jadi peluru panas.  Sakit Sendiri, 3:56, Sandiwara Semu, Ruang, Menunggu, Duniawi, Apa Yang Tak Bisa hingga Nowhere but Here mengantam gendang telinga secara beruntun. Usai nya giliran para kolaborator beraksi. Sari Sartje dengan Beku, Indra 7 bersama Nol Derajat. Sebelumnya dendang penuh gairah dimasukan, Mati Suri jadi stimulan penting bagi serebrum untuk kembali membuka ulang memoar usang berisi lirik-lirik yang lupa.

Selanjutnya gita baru berjudul Pansea dihidangkan, usainya giliran Adinda Thomas yang beraksi, candanya ikhwal umur yang terpaut satu tahun dengan usia Rumahsakit mengundang gelak tawa seisi venue. Habisnya giliran Ade Paloh naik pentas, ode kondang bertajuk Anomali langsung disikat finis, hasilnya rontak penonton tak dapat dihindari.

Usai berontak puas Jimi Multhazam bersaksi keatas altar. Penonton kalap meminta Kuning dibawakan, doa tak diijabah, Jimi merinaikan Petir, Kilat dan Halilintar sebagai gantinya. Putus Jimi tembang hit terbaru Journey Starts Tonight dibawakan dan cukup menuai dansa tipis di sela-sela penonton. Usainya semua personil turun panggung, selang sekian detik komplotan Rumahsakit naik lagi, berganti busana dengan aksen kuning. Penonton sependapat meneriakan Kuning! Benar saja, lagu berdaya magis tinggi ini jadi katalis detak jantung penonton. Beberapa yang tak kuat memilih stagediving.

Lagu terakhir dibawakan, tebakan nya sudah jelas akurat, Hilang tentunya jadi penutup manis. Semua musisi tamu naik panggung, euforia penonton terluapkan jelas lepas. Ingarnya menggemakan venue M Bloc Space. Beberapa personil tak kuasa menggila stage dive. Pentas ditutup indah malam itu.

Tidak ada yang terlalu tua untuk sebuah karya, Rumahsakit masih sama dengan sediakala. Energi yang dilancarkan masih terasa sama dengan 10 tahun kebelakang. Riuh pentas semalam masih membekas hingga kini, mungkin untuk beberapa bulan ke depan pula. Longaevitate dissentit, Rumahsakit!