Peran House Cartel Yang Semakin Diperhitungkan Industri Malam Ibu Kota

Gunawarman punya panggilan alam yang tidak dapat terelakan. Tepat di pertigaan kedua Gunawarman, Kilo Lounge menyeru lewat undangan khususnya. Adalah House Cartel pelakunya, komplotan beramunisi deep house dan techno yang melanglang buana sejauh 7 warsa ini punya agenda pesta meriah malam itu.

Robin, Nandi dan Yorri bukan lah nama baru dalam ranah disjoki tanah air. Beratus klub malam telah merasakan rentetan dentum bunyi yang mereka hempas. Ketiganya kian fasih mengimami dansa beribu-ribu orang lewat ayat-ayat deep house yang digubah. Trio berbahaya yang beraliansi di bawah satu bendera kolektif bertajuk House Cartel yang malam itu pesta ke tujuh tahun nya di jamukan.

Adalah haram hukumnya melewatkan undangan dari kolektif ini. Irama yang tercipta merupakan asupan yang bergizi seimbang bagi telinga dan jiwa. Nadanya tepat sasaran mengantam sisa kesadaran para pengunjung malam itu. Tambahan padu padan kilauan cahaya LED yang terkomando light worker sekaliber Dimas Dwi Saputra jadi stimulus berbahayanya pesta di Kilo Lounge minggu malam tersebut. Di dalam pesta anomali tercipta, malam tidak akan belalu cepat dan pagi takan terasa datangnya.

Selayaknya sebuah pesta, semakin malam akan semakin padat. Para sanak kolega kian memadati arena pesta. 7 jam nonstop House Cartel dengan back-to-back-nya menghentak lantai dansa. Dampaknya terasa jelas, jarak antar pengunjungnya memadat mendekati hitungan senti. Dansanya kian lurus segaris dengan bunyi yang tercipta.

Ketiganya paham betul bagaimana menggiring tempo untuk naik dan turun. Begitu juga dengan transisi yang lembut dan tak mudah dikenali. Lepas tujuh jam pentas, lelah kembali hidup ketika tahu ini penghujung pesta. Usainya semua sadar hari sudah terang. Vashe zrodovye, House Cartel!