Locarno Film Festival 2020 Hadirkan Karya Anak Bangsa

Gelaran acara kelas dunia masih harus dihelat secara virtual. Baik festival musik maupun festival film belum bisa digelar seperti sediakala. Locarno Film Festival yang menginjak edisi ke-73 juga pun tak luput dari fenomena ini. Meski digelar secara virtual, festival yang berpusat di kota Locarno, Swiss ini tetap mampu menyajikan film berkualitas dari sineas seluruh dunia. Menariknya pada gelaran tahun ini Locarno Film Festival ikut menyertakan beberapa film karya sineas Indonesia.

Locarno Film Festival 2020 tetap digelar secara virtual pada 5 hingga 15 Agustus mendatang. Gelaran legendaris ini sudah mencapai edisi ke-73 pada tahun ini. Meski digelar secara virtual, Locarno Film Festival tetap akan menyajikan beragam konten dalam acaranya. Bagian menariknya, festival tersebut dikabarkan telah melibatkan beberapa film Indonesia untuk ditayangkan selama acara berlangsung.

Dilansir dari rilis pers, festival yang berpusat di jantung Eropa itu mengusung tajuk ‘Locarno 2020 – For the Future of Films’. Melalui tajuk tersebut Locarno Film Festival berkomitmen untuk mendukung industri perfilman selama krisis pandemi yang sedang melanda. Dengan konsep acara yang baru, Locarno Film Festival hadir menjadi wadah bagi kreator independen melalui inisiatif fisik maupun online.

Kucumbu Tubuh Indahku
Salah satu adegan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. Sumber: YouTube

Berlangsung selama 11 hari, Locarno 2020 terbagi ke dalam 6 sesi dan menayangkan 121 film. Lebih detil, sebanyak 49 film berdurasi panjang dan 72 film berdurasi pendek telah dilibatkan dalam festival bergengsi ini. Jumlah tersebut termasuk 6 film karya sineas asal Indonesia yang telah dipilih oleh panitia untuk bergabung dalam Locarno 2020. Deretan film tersebut adalah:

  • “Atambua 39° Celcius” karya Riri Riza
  • Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho
  • “Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta” karya Mouly Surya
  • “Kado” karya Aditya Ahmad
  • “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” karya Wregas Bhanuteja
  • “On Friday Noon” karya Luhki Herwanayogi, dan
  • “Perang Kota” karya Mouly Surya.

Keenam film tersebut bisa disaksikan secara online di laman resmi Locarno Film Festival. Film tersebut tergabung dalam Open Doors Screening, sebuah sesi khusus yang berkonsentrasi menayangkan film yang berasal dari Asia Tenggara. Sesi ini setiap tahunnya membuka kesempatan untuk menayangkan film dari negara-negara yang masih sulit mendapatkan akses untuk go international.

Tak hanya melibatkan film asal Indonesia, gelaran Locarno 2020 juga melibatkan salah satu sineas tanah air, Mouly Surya untuk menjadi pembicara dalam sesi Open Doors Round Table. Dalam sesi tersebut, sutradara yang pernah bekerja sama dengan Jessica Alba itu akan ikut serta dalam sesi diskusi yang akan membahas keadaan terkini dari industri film Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Myanmar . Sesi diskusi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 11 Agustus 2020, pukul 19.30 waktu Indonesia.