DKI Jakarta Perbolehkan Live Music, Tapi Tak Boleh Berdansa

Industri hiburan begitu terpengaruh karena pandemi Covid-19. Mewabahnya virus tersebut membuat dunia pertunjukkan terpaksa berhenti sejenak untuk menumpas penyebaran virus. Hal ini membuat banyak orang yang merindukan untuk menyaksikan berbagai pertunjukkan, salah satunya live music yang sudah lama tak diadakan. Namun, belakangan angin segar berhembus ketika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mengizinkan restoran dan kafe untuk menggelar live music di masa PSBB transisi. Meski telah diizinkan, terdapat beberapa pembatasan yang harus ditaati penyelenggara dan penonton live music.

Pemprov DKI Jakarta memberikan restoran dan kafe untuk menggelar live music  di masa PSBB transisi. Dilansir dari detik.com pemberian izin tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor 342/SE/2020. Surat edaran tersebut berisi tentang Penyelenggaraan Kegiatan Live Music pada Jenis Usaha Restoran/Rumah Makan/Cafe. Pada surat edaran itu, diatur pula beberapa pembatasan seperti tidak mengundang artis terkenal, pengunjung dilarang melantai atau berdansa saat live music digelar.

“Bagi para pengunjung/tamu yang hadir dilarang melantai/dansa pada saat live music berlangsung,” bunyi salah satu poin di Surat Edaran tersebut dilansir dari detik.com

Pemberian izin untuk menggelar live music bertujuan unutk memberdayakan para musisi kafe dan restoran yang terdampak pandemi Covid-19. 

“Ini kan kita berupaya untuk memberdayakan musisi-musisi yang sempat protes kemarin, dengan adanya aturan tersebut mereka bisa beraktivitas lagi,” ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif, Gumilar Ekalaya.

Surat edaran tentang live music itu juga mengatur jenis band yang diperbolehkan melakukan live music di restoran dan kafe. Dalam peraturan tersebut disebutkan jika band yang diizinkan tampil adalah yang jumlah personelnya maksimal empat orang. Sementara pelarangan untuk mengundang artis terkenal dimaksudkan untuk mencegah kerumunan orang banyak di restoran ataupun kafe.

“Jadi begini, maksudnya yang kita menitikberatkan si pengusaha restoran atau kafe itu tidak boleh melaksanakan event khusus. Arti event khusus atau show khusus adalah dimana restoran atau kafe biasanya mengundang artis luar negeri atau artis dalam negeri, sehingga berpotensi menimbulkan crowd (orang banyak) di restoran tersebut,” pungkas Gumilar.