Efek Rumah Kaca Rayakan Normal Yang Baru di Jalan Enam Tiga

Berbekal materi baru nan segar, Efek Rumah Kaca (ERK) resmi merilis mini album bertajuk “Jalan Enam Tiga” pada 28 Januari kemarin. Dihelat di M Bloc Space, band yang digawangi Cholil, Poppie dan Akbar ini menggelar konferensi pers dan konser perilisan. Acara ini sekaligus meresmikan nama resmi penggemar ERK yang dinamai Penerka.

“Jalan Enam Tiga” menjadi buah tangan yang dibawa ERK dari New York, Amerika Serikat untuk para penggemarnya di tanah air. Materi yang baru rilis ini merupakan mini album yang terdiri dari empat lagu. Keempat lagu ini berjudul “Jalan Enam Tiga”, “Palung Mariana”, “Normal Yang Baru”, dan “Tiba-Tiba Batu” yang sudah rilis sebelumnya di September 2019 lalu.

Seperti yang diketahui, New York menjadi domisili sementara sang vokalis Cholil Mahmud selama lima tahun terakhir. Saat meninggalkan kota itu pada pertengahan tahun lalu, Cholil memiliki ide untuk merekam lagu di New York sebagai kenangan sebelum kembali menetap di Indonesia.

Mini album ini juga menjadi muara dari residensi singkat yang dijalani ketiga personil ERK di New York. Meski hanya Cholil yang tinggal di kota itu dalam hitungan tahun, kedua personil lainnya ikut tinggal bersama pada awal musim panas 2019. Melalui residensi ini, ERK menyerap semangat yang ada di New York.

“Kita threat ini sebagai Residensi kayak seniman lain untuk menyerap semangatnya dan merespon wilayah itu (New York). Kita mencoba melakukan hal itu, dan bawa materi yang belum diaransemen untuk kita workshop selama tiga minggu,” ujar Cholil saat konferensi pers di M Bloc Space.

Suasana musim panas di New York memilki pengaruh pada musik yang ada di mini album Jalan Enam Tiga. Nada-nada yang diusung ERK kali in terdengar lebih ceria dan sederhana. Aransemen yang kompleks seperti di album Sinestesia ditinggalkan ERK untuk mengeksplorasi wilayah baru dalam bermusik.

Pemilihan judul Jalan Enam Tiga juga menyisakan cerita tersendiri bagi ERK. Judul tersebut diambil sebagai bentuk penghargaan atas program Sesame Street sebagai penyedia tayangan hiburan yang mengedukasi dan menyenangkan anak-anak di seluruh dunia. Pada Mei 2019 lalu, akhirnya diresmikan jalan bernama Sesame Street di sebuah persimpangan jalan di daerah Manhattan. Sebelumnya jalan tersebut bernama 63rd Street yang akhirnya dijadikan judul mini album terbaru dari ERK.

“Karena karena dulunya nonton juga, terus mereka berkembang dengan adanya tokoh-tokoh baru. Sesame Street sangat dianjurkan untuk tontonan anak-anak. Karena mereka telah teruji dan menang award banyak.” Ucap Cholil menceritakan pemilihan judul mini album terbaru ERK.

Selain perilisan album, ERK juga meresmikan nama penggemar ERK yang bernama Penerka. Peresmian nama ini meneruskan aspirasi yang disampaikan penggemar selama satu tahun terakhir. Akhirnya nama Penerka diputuskan setelah melalui jajak pendapat yang dilakukan beberapa perwakilan penggemar.

Setelah menggelar konferensi pers, malam harinya ERK merayakan perilisan mini album dengan mengadakan konser. Dimulai dengan penampilan dari Mad Mad Man, konser ini juga dipandu oleh Soleh Solihun yang sukses menggelak tawa penonton yang hadir.

Tak lama setelah Soleh Solihun naik ke atas panggung, ERK memulai konsernya dengan memainkan potongan lagu “Cipta Bisa Dipasarkan” dan “Jalang” secara medley. Setelahnya lagu-lagu hits berturut-turut dimainkan seperti “Pasar Bisa Diciptakan”, “Merah”, “Hijau”, “Nyala Tak Berperi”, “Di Udara”, “Ada”, “Melankolia”, “Kuning”, “Desember”, dan “Mosi Tidak Percaya”.

Penampilan ERK di konser ini dibagi ke dalam tiga babak. Pada babak pertama ini lagu-lagu yang disebutkan tadi dimainkan dengan aransemen baru, yang terkesan segar namun tetap menarik penonton untuk bernyanyi bersama. Dibabak ini penampilan ERK juga dilengkapi dengan pantomim yang menerjemahkan lagu-lagu yang dimainkan.

Babak pertama berakhir, disambung dengan potongan video dokumenter singkat yang menceritakan proses penggarapan “Jalan Enam Tiga”. Dimana proses pengerjaan album dilakukan di studio Trout yang terletak di kawasan Brooklyn, New York.

Sampailah pada Babak Kedua ERK memainkan keseluruhan lagu yang ada di mini album pertamanya. Penampilan mereka di babak ini terlihat lebih ceria dengan pemakaian busana warna-warni di setiap personil.

Seperti yang dijanjikan di awal, materi yang ada di album “Jalan Enam Tiga” memang bermuatan nuansa ceria disetiap lagu. Meski terkesan tidak seperti ERK yang dikenal sebelumnya, Cholil dan kawan-kawan tetap memukau para penonton yang menyesaki Live House M Bloc Space.

Setelah babak kedua berakhir, Soleh Solihun kembali ke atas panggung untuk menemani penonton. Setelah sukses melontarkan guyonan yang memancing gelak tawa, Soleh mengantarkan Penerka untuk menyambut babak ketiga konser.

Pada babak inilah ERK kembali ke wujud asalnya. Dibuka oleh “Tubuhku Membiru Tragis”, ERK menyuguhkan penampilan yang dirindukan para penggemarnya. Setelahnya “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, “Kamar Gelap”, “Menjadi Indonesia”, “Balerina”, “Putih”, “Seperti Rahim Ibu” berhasil membuat seisi Live House M Bloc Space bernyanyi ria.

Meski tak menyaksikan sampai akhir, saya begitu menikmati penampilan ERK kali ini sama seperti penonton lainnya. Pasalnya konser malam tadi adalah konser berdurasi panjang yang pertama kali dilakukan ERK sejak tahun 2016.

Selain itu, konser perilisan ini terkesan tidak hanya sebagai perayaan. Namun begitu dipersiapkan secara detil mulai dari keterlibatan pantomim sampai dengan tampilan visual yang begitu menawan.