Speakeasy Bar Itu Bernama No.11 (Eleven)

Menilik dari sejarahnya, speakeasy bar lahir di Amerika Serikat ketika era Prohibition terjadi (sekitar tahun 1920 sampai tahun 1933). Saat itu, kegiatan permabukan dan memperjualbelikan minuman beralkohol dilarang di Amerika Serikat.

Era Pelarangan dimulai Desember 1917, saat Senat AS mengusulkan Amandemen Kedelapanbelas pada 18 Desember 1917. Amandemen diketok pada 1919 dan resmi diberlakukan pertengahan Januari 1920. Mereka yang menentang larangan tersebut, akhirnya membuat tempat berkumpul untuk kaum pemberontak dan menyediakan alkohol selundupan secara rahasia di speakeasy bar.

Karena aktivitas penjualan alkohol di era Prohibition dianggap ilegal, untuk memasuki speakeasy bar sangatlah sulit dan mempunyai aturan ketat. Pengunjung yang ingin masuk harus mengetahui kode (password) nya terlebih dahulu. Kode bisa berupa kata sandi yang hanya diketahui orang-orang tertentu, jumlah ketukan pintu, atau cara berjabat tangan ketika bertemu. Katalisator bisnis speakeasy bar dilakukan dengan cara mulut ke mulut.

Biasanya juga, speakeasy bar memiliki pintu masuk yang tidak terlihat atau disamarkan. Selain itu, tempat rahasia tersebut juga memiliki sudut-sudut tak terduga dan tempat penyimpanan alkohol yang kasat mata. Bahkan, ada pula yang memiliki jalan bawah tanah untuk pintu keluar darurat saat terjadi razia.

Setelah era Prohibition di Amerika Serikat berakhir akibat negeri Paman Sam itu dihantam badai resesi, berpuluh-puluh tahun kemudian, keberadaan speakeasy bar masih eksis dan menyebar di berbagai tempat di seluruh dunia, salah satunya bernama No.11 (Eleven) yang berada di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Meleburkan konsep Japanese bar dengan speakeasy bar, No.11 (Eleven) hadir dengan sesuatu yang menarik dan berbeda dari bar lain yang ada di Jakarta. Untuk bisa masuk ke sana, pengunjung harus mengetahui kode rahasia yang bisa didapatkan lewat Instagram Stories @elevenjkt, atau gambar yang ditempel di dekat pintu masuk No.11 (Eleven), pintu yang jika dilihat secara sekilas tidak terkesan sebagai pintu masuk bar. Kode rahasia yang sudah didapatkan, harus disebutkan ketika berbicara melalui pesawat telepon yang berada di luar. Setelah itu, akan ada seseorang yang akan membukakan pintu dari dalam.

Ketika sudah berada di dalam, nuansa Jepang akan menghinggapi kita. Mulai dari desain interior, pajangan, hingga alunan musik yang dipasang pelan. Kesan tenang dan private juga akan kita dapatkan di tempat ini, karena No.11 (Eleven) tidak menyediakan tempat yang luas dan kapasitas orang untuk memenuhi tempat ini sangat terbatas.

Di luar konsepnya, bar yang baru benar-benar beroparasi di Januari 2019 ini memiliki beberapa signature drink cocktail yang layak untuk dicicipi. Dari beragam signature drink yang ada, nama seperti Hazy Hits dan Cha-Misama menjadi dua jagoannya.

Untuk Hazy Hits, basicly-nya adalah bourbon whiskey (Jim Beam) yang dicampur dengan bitter dan cherry. Tapi tidak sampai di situ, setelah minuman ini selesai diracik, harus dimasukan ke dalam kotak yang akan diasapi untuk mendapatkan aroma yang khas dan menambah kenikmatan ketika meminumnya.

Proses pengasapan juga tidak sembarangan. Kayu yang dipergunakan bernama Hickory Wood, sebuah kayu yang memberikan aroma khas terhadap bahan minuman atau makanan. Sedikit info, pohon Hickory tumbuh dengan kisaran ketinggian rata-rata antara 60 hingga 120 kaki. Pohon Hickory juga memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat dan dapat memakan waktu hingga 200 tahun untuk matang.

Pairing food yang cocok saat menikmati Hazy Hits adalah makanan bernama Gyu Tan. Bahan utamanya adalah lidah sapi yang dicampur dengan tumpukan nasi dan telur setengah matang. Walau rasanya sedikit pedas, tapi makanan ini memang cocok untuk dimakan bersamaan dengan Hazy Hits.

Signature drink lain dari No.11 (Eleven) bernama Cha-Misama. Base minuman ini adalah soju atau sake yang dicampur dengan chamomile serta liquor alkohol lainnya. Ada dua cara menikmati minuman ini. Kalau lebih menyukai rasa manis, minumlah dari sisi gelas yang sudah dilumuri madu dan wijen. Jika ingin menikmati sensasi dry, minumlah dari sisi gelas yang kering.

Untuk promo, bar yang berada di ground floor Sopo Del Tower ini memiliki hari-hari spesial yang bisa dinikmati. Bagi pengunjung yang datang di hari Senin bisa menikmati free flow Gin & Whiskey Omasake. Hari Selasa, ada buy any cocktail get free Gyoza / Edamame. Di hari Rabu, bisa menikmati free flow Sake.

Untuk hari Kamis, tersedia Soju Think You Can Swing (3 Soju for 500.000) dan House-Pour Shot seharga 70.000 rupiah. Untuk Hari Jumat, ada 2 cocktails yang bisa didapatkan dengan harga Rp. 250.000 serta House-Pour Shot seharga 70.000 rupiah . Dan di hari Sabtu ada All You Can Drink Whiskey Highball.

Selain itu, ada juga Happy Hour di hari Senin sampai Jumat untuk pembelian satu cocktail gratis satu.

Paduan Konsep Speakeasy dan Japanese di Eleven Bar Jakarta