Kelegendarisan Illusion Cocktail

Kelegendarisan Illusion Cocktail sungguh melebar ke seluruh club-club setiap negara, sejak puluhan tahun lalu. Padu padan pineapple juice, triple sec, vodka dan melon liqueur-nya membuat clubbers ketagihan, terutama kaum perempuan. Ada yang senang dengan cara di-stir, namun lebih banyak penggemar yang di-shake.

Kefenomenalan-nya membuat minuman berwarna hijau semi muda ini dikembangkan lagi oleh para mixologist, sehingga ada generasi penerusnya yang lebih dikenal dengan nama Midori Illusion Cocktail. Midori ini biasanya menggunakan campuran minuman beralkohol Contreau, sementara ‘kakak’ nya sendiri loyal memakai Vodka. Midori Illusion Cocktail pun terkadang menambahkan Lemon Juice, sementara pendahulunya tetap setia dengan Pinneaple. Namun itu semua kembali ke selera masing-masing.


Illusion Cocktail berhasil mem-viralkan tutorial cara pembuatannya, yang banyak terdapat di pelbagai saluran resep minuman, yang beredar di internet maupun social media. Memang, cara membuatnya sangatlah sederhana, cukup masukan es ke dalam shaker, lalu campurkan semua bahan yang telah disebutkan di kalimat pembuka artikel ini, lalu kocok hingga Pinneaple-nya berbuih, tuangkan ke dalam gelas panjang yang telah didinginkan, lalu beri garnish irisan buah Cherry atau Pinneaple.

Di Indonesia sendiri, terutama Jakarta, si hijau seksi ini sangatlah digemari. Beberapa pengunjung club di daerah Jakarta Selatan maupun Jakarta Pusat, yang sempat Vantage tanya, ketika ditanya apa minuman favorit mereka, rata-rata jawabannya Illusion. Dan saat ditanya alasannya mengapa, setiap masuk club, ingatan mereka hanya tertuju kepada nama Illusion. Vantage kemudian bertanya lagi, berapa umur mereka, ternyata rata-rata di atas 40 tahun. Ok, Vantage butuh mempertanyakan kesahihan kelegendarisan Illusion Cocktail, agar bisa disemat sebagai Cocktail legendaris, kepada mereka yang lebih muda.

Vantage kemudian berkunjung ke sebuah club yang lumayan hits di daerah Selatan, lalu kami bertanya kepada bartender-nya, apakah ada pelanggan Illusion di tempat mereka. “Wah, banyak Mas”, jawab dia. Kemudian kami tanya, berapa rerata umur penggemar Illusion ini, sang bartender yang rambutnya dikuncir ala pemain silat ini menjawab, “Ya, sekitar 30 tahunan lah, banyakan perempuan, Mas.”

Ok, kami masih belum puas terhadap jawaban tersebut. Lalu kami coba ke sebuah bar & lounge yang berada persis di depan Pasaraya, karena setelah tim Vantage melakukan riset recehan, jawabannya mostly yang datang ke situ mulai dari umur 30 hingga 50 tahun, dan kebanyakan kaum perempuan pula. Jam 11 malam lebih tim Vantage sudah sampai tujuan, kami kemudian melihat kiri kanan, ternyata memang benar, sebagian besar pengunjung adalah perempuan-perempuan elegan semi baya, dan wanita-wanita first jobber, yang berpakaian agak ‘menua-nuakan’ diri. Kami tehenyak beberapa saat, sambil mendengarkan sajian alunan klasik disko andalan club ini, dan tak dinyana, gelas-gelas Illusion bertebaran di setiap sudut meja hingga ke bar. What a Nightlife passion!

Perjalanan bar hoping dilanjutkan ke sebuah club yang berada di kawasan SCBD, tim Vantage masuk ke tempat yang berada di lantai dua, hantaman DJ yang memutarkan playlist rn’b terdengar sangat keras, tanpa perlu bertanya ke bartender-nya, kami pun menemukan puluhan sisa-sisa gelas berisikan Illusion Cocktail. Ya, kami konfirmasikan, bahwasanya Cocktail legendaris ini memang fenomenal. Dari mulai jaman Hailai yang mulai di akhir 60-an, kemudian Musro yang berdiri sejak tahun 1973, juga Tanamur yang seangkatan Musro, dan lanjut ke club generasi selanjutnya yakni Ebony, Manhattan, Lipstick, Poster, M Club, Fire, Embassy, Mana House, Zanzibar, hingga beberapa ratus club terkini, mengkultuskan Illusion sebagai ratu dari segala ratu Cocktail lantai dansa. Nightlife ibukota memang tidak ada matinya.