Geliat Eastern Promise Yang Bersahabat Untuk Para Ekspatriat

“Kemang yang dulu bukanlah yang sekarang” – Mungkin pernyataan itu cocok disematkan untuk daerah yang punya kesan sangat ekslusif di masa jayanya. Saat itu, di setiap tepi jalan nya pasti tersedia beragam kafe dan restoran, bar, atau tempat hiburan lain yang menyediakan lantai dansa bagi para pengunjung yang datang. Belum sahih juga ketika mengaku anak gaul Jakarta jika tidak banyak menghabiskan waktu nongkrong di Kemang, Jakata Selatan. Kini, hype-nya terasa mulai berkurang dan kemeriahan nya terlihat berpindah ke kawasan lain yang juga masih berada di Selatan Jakarta. Tapi, ada satu bar yang nampaknya tidak terpengaruh dengan menurun nya gempita daerah Kemang. Ya, bar itu bernama Eastern Promise, yang telah berusia 30 tahun dan masih sangat bersahabat, terlebih untuk para ekspatriat.

Berdiri sejak tahun 1989 dengan nama Napolina, bar ini selalu setia untuk menjadi tempat bersinggah kumpulan warga lokal maupun orang-orang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia. Kegiatannya hampir serupa setiap waktunya, minum-minum sambil bercengkrama, menikmati makanan dengan cita rasa luar negara, ataupun menyaksikan pertandingan olahraga secara bersama-sama.

Tidak perlu menunggu sampai langit berganti warna menjadi gelap untuk singgah, mulai dari sore hari pun biasanya bar ini sudah dipenuhi pengunjung yang memang mayoritasnya adalah para ekspatriat. Salah satu teori mengapa banyak ekspatriat datang ke tempat ini mungkin karena mereka merasakan kenyamanan layaknya berada di negara sendiri atau berada di bar pinggiran kota yang dekat kawasan tempat tinggal mereka di negara asalnya.

Di tahun 2007, bar ini resmi berganti nama menjadi Eastern Promise hingga sekarang dan dikenal banyak orang. Di dalam bar ini, terdapat empat ruangan dengan kegunaan yang berbeda. Ruangan pertama bernama English Style Pub. Area yang berada setelah pintu masuk ini ditujukan untuk pengunjung yang ingin hangout santai sambil meminum bergelas-gelas bir ataupun bermain biliar.

Selanjutnya ada ruangan yang diberi nama Indian English Restaurant. Ruangan ini biasa dipakai untuk orang-orang yang lebih ingin menikmati suasana makan bersahaja dan terbebas dari kepulan asap rokok yang bisa mendera.

Rungan ketiga adalah Sports Bar. Dari namanya saja sudah pasti area ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang ketika menyaksikan pertandingan olahraga. Tayangan olahraga yang biasa disiarkan di tempat ini adalah sepakbola, rugby, atau pun golf. Ruangan ini bisa lebih sesak dari area lain ketika ada bigmatch yang sedang berlangsung. Dari sisi interiornya, terdapat beberapa memorabilia jersey yang terpajang di sudut-sudut temboknya. Selain itu, ada juga hiburan olahraga lain yang bisa langsung dimainkan, seperti biliar ataupun permainan dart yang terpaku di dinding, yang juga sering dibuatkan kompetisinya.

Area terakhir bernama Beer Garden. Jika ada penampilan musik yang diadakan di Eastern Promise, sudah pasti area ini yang akan digunakan. Seperti saat band Ibu Kota yang sedang naik daun bernama Kelompok Penerbang Roket rutin mengadakan gig bulanan mereka yang bernama Huru-Hara.

Beralih ke minuman dan makanan, Eastern Promise menyediakan keragaman yang bisa dipilih untuk membasahi tenggorokan atau mengenyangkan perut. Untuk minuman, pengunjung memang lebih banyak memesan bir ketika berada di bar ini, tapi minuman jenis Scotch, Single Malt, Irish Wiskey, Vodka, Tequila, Cognac, berbagai Liqueurs, hingga macam-macam Cocktails juga bisa dipesan di sini. Ada dua signature cocktails yang jadi rekomendasi untuk coba dinikmati. Yang pertama adalah Pimms Cocktail yang segar dengan campuran buah stroberi di dalamnya, dan yang kedua bernama Lagerita, campuran 50:50 bir dan margarita yang disuguhkan di satu gelas yang sama.

Untuk makanan, ada beberapa menu yang bisa dicoba mulai dari Salad & Soups, Main Courses, Burgers & Baguettes, Pasta & Pizza, Indonesian Food, Dessert, hingga Indian Food seperti Chicken Khorma, Allo Mutter Paneer, Prawn Masala, hingga Lamb Balti Butter Masala.

Eastern Promise juga diketahui memiliki ‘waktu spesial’ yang dinamakan Pressure Hour, dimana disediakan free flow Beer untuk yang berminat mengikutinya. Syaratnya, tidak ada satu orang pun peserta Pressure Hour yang boleh pergi ke kamar mandi. Jika gagal, semua peserta yang ikut harus membayar bir sebanyak yang mereka habiskan. Jika berhasil, semua bir yang sudah diminum itu bersifat gratis. Pressure Hour dilaksanakan setiap hari Jumat dari jam 5 sampai 6 sore.

So, jika ingin coba merasakan nuansa minum-minum di dalam English Classic Bar, langsung saja datang ke Eastern Promise yang berada di Jl. Kemang Raya No. 5, Kemang, Jakarta Selatan. Siapa tahu, ketika di sana mendapat kenalan yang berasal dari negara lain.

Hura Hura di Eastern Promise