Camden Cikini, Spot Pesta Akhir Bulan

Tahun 2015 bisa jadi momen peletup dari bencana besar bagi para penikmat bir di Indonesia, Jakarta terutama. Regulasi yang diterbitkan langsung dari pemerintah jadi penyebabnya. Larangan minuman keras jenis bir beredar di minimarket dan ketatnya pengawasan pada distribusi minuman beralkohol dengan kadar ter-ringan tersebut jadi sebuah malapetaka yang memiliki efek domino. Akibat regulasi dan segala cekal-menyekal itu semua, lantai bar kian penuh disesaki para pengecap bir. Camden Cikini mendaulatkan diri dengan apiknya sebagai tempat pendaratan yang cukup ramah untuk mereka.

Rasanya, Camden Cikini memang tepat dijadikan tempat berlabuh para penguji kesadaran. Kesampingkan sejenak segala kuliner nikmat sepanjang Cikini Raya. Terletak di Jalan Cikini 2 No. 1, Camden Cikini menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar nge-bir ataupun memilih mabuk kepayang. Baiklah, tempat ini memang surga kecil dengan sedemikian fasilitas yang menunjang rekreasi rehat pikiran. Live music di sana tidak begitu tua untuk sekelas mahasiswa semester awal, tidak juga terlalu hipster untuk pria dewasa anak tiga. Cukup pas untuk segala usia dan kalangan yang ingin menghabiskan malam dengan tipsy tipis-tipis.

Untuk harga, jangan pikirkan masalah ini. Camden mungkin jadi pionir bar atau pub yang menginisiasi manusia-manusia untuk tetap berpesta pora ditanggal tua. Harga minuman di Camden Cikini cukup bersahabat untuk segala status ekonomi. Suatu terobosan brilian untuk tetap meramaikan kancah wahana hiburan malam yang kian tercekik regulasi kenaikan pajak minuman 2018 silam.

Pilihan minuman disini juga beragam. Untuk para rombongan penguji lambung mungkin tidak ada salahnya memesan Predator, beer mix yang cukup garang untuk dihadirkan ke perut. Salah satu signature drink yang bisa dinikmati beramai-ramai seraya cuap-cuap masalah kehidupan ditengah kota. Tidak ada salahnya juga untuk memilih mencicipi makanan yang tersedia. Untuk pencari porsi besar, 4 suap lasagna dari Camden Cikini bisa mengenyangkan perut keroncong.

Hampir lupa, Camden Cikini juga memiliki space outdoor untuk kalian yang tidak ingin bersesak dada dan bersenggol badan di dalam. Sekedar pendapat, bar satu ini cukup padat di akhir pekan dan didominasi anak muda, juga mayoritas pengunjung datang berombong, jadi cukup crowded. Cheers!

Mencoba Minuman Keras “Predator” ala Camden Cikini