Yayasan Sioux, Perjuangan Mulia Merubah Paradigma Ular

Melalui berbagai tontonan satwa minim edukasi dan berbagai isu-isunya yang beredar, ular menjadi salah satu hewan yang memiliki momok menakutkan bagi manusia hidup. Hewan melata ini kian ditakuti karena punya kandungan bisa yang dikenal ampun membunuh manusia dalam hitungan menit. Padahal, tidak semua ular punya kandungan bisa dan tidak semuanya agresif.

Beberapa ular pun bisa hidup berdampingan dengan manusia. Belum tahu? Yayasan Sioux memberi pengarahan tentang spesies melata tersebut. Yayasan Sioux merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat non-profit yang punya fokus pada konservasi dan edukasi mengenai ular. Berdiri sejak November 2003, yayasan ini punya misi utama merubah paradigma negatif manusia pada ular.

Seperti yang tertuang pada misi utamanya, yayasan mulia ini terbentuk kerena adanya kekhawatiran pada berbagai isu miring yang menyangkut pada kehidupan ular. Kekhawatiran berupa eksploitasi besar-besaran ular dari ekosistem aslinya, ketakutan masyarakat serta paradigma salah terhadap ular, kian minimnya populasi beberapa spesies ular di Indonesia hingga penanganan ular yang salah jadi pelecut yayasan ini terbentuk.

Dalam perjalananya, Yayasan Sioux aktif pula melakukan berbagai workshop yang mengedukasi masyarakat. Mulai dari traning snake handling, snake threatment dan snake awareness yang membantu penyembuhan Ophidiopobia. Menganut serta sistem kerelawanan, Yayasan ini total punya sekitar 800 relawan di 12 provinsi dan 50 kota se Indonesia. Yayasan ini pun siap diundang ke mana pun untuk menyebarkan edukasi serta pemahaman mendalam tentang ular.

Seperti yang disebutkan, Yayasan Sioux merupakan Lembaga non-profit. Tidak ada donatur dan iuran anggota. Seluruh modal operasionalnya didapat dari berbagai dari paket training, workshop dan buku pedoman penanganan ular yang disediakan. Yayasan ini juga tidak menjual ataupun mengadopsikan ular. Fokusnya lebih menjurus pada konservasi hewan melata tersebut.

Semua teks pada artikel ini merupakan hasil wawancara via Whatsapps dengan Aji, Founder dari Yayasan Sioux.

Credit foto : Yayasan Sioux.