Mengitari Eksibisi Virtual Pandemic Youth dari Artcoholic

Jika pandemi COVID-19 yang melanda sejauh 3 bulan ini Anda jadikan alibi untuk berhenti melakukan sesuatu yang produktif, maka selayaknya Anda harus segan pada komplotan abang-abangan street-art, Artco Street Terror yang akalnya seakan tiada pernah habis.

Melalui eksibisi virtualnya bertajuk Pandemic Youth yang dibuka per 25 Mei lalu, kita dibawa ke arsitektur maya sebuah basement remang yang disulap menjadi galeri cadas dimana karya-karya graffiti bermedia kanvas dan statue terpajang rapih. Tenang, tidak perlu mengencangkan karet masker ataupun mengoles handsanitizer di telapak untuk berkunjung dan mengitar di dalamnya.

Selayaknya pameran pada galeri nyata, tiap-tiap karya yang dipamerkan pun dilengkapi informasi detail berisi nama karya, ukuran fisik, media, nama pencipta hingga tautan lama Instagramnya. Tidak hanya untuk dilihat, lebih lanjut, karya fisiknya bisa pula Anda boyong dengan harga yang dapat Anda tanya via kontak yang tertera. Tersedia juga beberapa merchandise yang bisa dipesan.

Pameris dari Pandemic Youth terdiri dari anggota Artcoholic dan kolega,  para dedengkot lama kancah per-graffiti-an Persada. Moniker-moniker legendaris sekaliber Muth, Yeah!, Pots, Bujangan Urban, Totokismo, Koma, Sidvizeus, Brokey, Smok, Tutu, Wormo, Darbotz, The Popo, Muck, Tuyuloveme, Yuker, Stokemaki dan lainnya ambil andil meramaikan khasanah eksibisi yang virtual ini.

Bergerak sejak 2001 Artco pun menegaskan di caption postingan line-up pertama dalam laman Instagram-nya “Kami adalah zombie yang menolak mudah mati.” Lewat eksibisi brilian Pandemic Youth ini, Artco seolah lantang menyeru semangat tiap-tiap street-artist Nusantara untuk keluar dari gua gelap yang dihuninya selama pandemi dan kembali bergeriliya dengan apapun medianya.

Silahkan berkunjung, bergabung dan tersesat dalam pukau galeri virtual yang didisain ciamik di https://artcoholic.damnrock.club/