Tentang Wadah Premium Rush-nya Tanah Air, Indonesia Bike Messenger Association

Seiring ramainya fenomena bersepeda di tanah air. Sebagian orang telah menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utamanya, baik untuk berolahraga ataupun bekerja. Seperti yang tersaji di film Premium Rush, di mana ada sekumpulan orang yang menjadikan sepeda untuk menjadi transportasi dalam pengiriman barang. Namun tak hanya dalam film semata, kurir sepeda memang lazim ditemui di banyak negara termasuk Indonesia. Di tanah air ada satu perkumpulan yang menjadi wadah bertemunya para kurir sepeda. Perkenalkan, Indonesia Bike Messenger Association.

Sepeda kini menjelma jadi moda transportasi yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Beberapa kelebihan pun dimilikinya seperti hemat energi dan menyehatkan tubuh. Tak jarang ditemui para pekerja yang menjadikan sepeda sebagai transportasi untuk bekerja. Satu profesi yang erat kaitannya dengan sepeda adalah pengantar barang atau kurir. 

Di Indonesia sendiri, sudah banyak jasa pengantaran barang dengan sepeda. Banyaknya kurir ini telah diwadahi oleh satu perkumpulan bernama Indonesia Bike Messenger Association (IBMA). Perkumpulan ini telah berdiri sejak 2016 dan mengumpulkan puluhan komunitas kurir sepeda yang tersebar di berbagai daerah.

“IBMA sendiri resmi terbentuk pada 11 Januari 2016. Waktu itu anggotanya baru 12 komunitas yang tersebar di 12 kota. Ide awalnya sebagai wadah untuk silaturahmi saja dan sifatnya kekeluargaan,” ujar Duenno Ludissa, Ketua Umum dari IBMA.

Wadah Bagi Para Kurir Sepeda

Jasa pengantaran sepeda sebenarnya telah lazim ditemukan di banyak negara. Bahkan beberapa film luar negeri sempat mengangkat profesi tersebut seperti Quicksilver (1986), MacaFrama (2009), Revoked (2009), dan Premium Rush (2012). Sementara di Indonesia, jasa pengantaran barang dengan sepeda baru ada pada 2010 dan berawal di Jakarta.

“Sepertinya di 2010 ada kurir sepeda di Jakarta tapi perorangan. Kemudian di 2012 barulah muncul beberapa komunitas seperti Old Steel Messenger di Bogor, BKS Courier di Bekasi, dan SUB Courier di Surabaya,” tambah Duenno.

Lambat laun komunitas kurir sepeda semakin menjamur di Indonesia, sampai pada 2016 mulai terbentuk IBMA sebagai wadah dari berbagai komunitas tersebut. Hingga pada 2017, IBMA bersama komunitas Westbike Messenger menyelenggarakan acara bertajuk “Indonesia Bike Messenger Championship” yang menjadi ajang perlombaan nasional kurir sepeda.

Hingga puncaknya pada 2019 lalu, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Kejuaran Dunia Kurir Sepeda (CMWC). Diketahui perhelatan tersebut adalah kejuaraan yang mempertemukan kurir sepeda seluruh negara untuk merayakan profesi dan memperebutkan gelar juara dunia. Pada setiap edisinya, CMWC berlangsung selama 3 hari dan menggelar 12 cabang pertandingan.

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menyelenggarakan kompetisi kelas dunia tersebut. Sebagai tuan rumah, Indonesia saat itu banyak mengirimkan wakil dan mampu bersaing dengan peserta dari negara lain.

“Ada sekitar 200 peserta yang mewakili Indonesia. Prestasi terbaik diraih oleh Alif Rizky yang menempati urutan ke 23 dunia dan kebetulan Alif itu juara nasional Indonesia Bike Messenger Championship 2017,” tambah Duenno.

Menjadi Sebuah Profesi

Tren bersepeda yang sedang menjamur sekarang ini juga berpengaruh kepada IBMA. Menurut Duenno, banyak komunitas kurir sepeda yang bermunculan setelah fenomena sepeda melambung. Kini IBMA telah memilki anggota sebanyak 48 komunitas yang tersebar di 34 kota. 

Lebih lanjut, Ia mengakui jika kurir sepeda telah menjadi profesi yang diminati. Ungkapnya, sebagian besar anggotanya telah menjadi kurir sepeda secara full time. Sisanya adalah mereka yang melakoni kurir sepeda sebagai pekerjaan paruh waktu.

Menjadi kurir sepeda juga memiliki tantangan sendiri. Bergerak tanpa mesin jelas lebih menguras tenaga ketimbang kurir yang menggunakan kendaraan bermotor. Cuaca yang tak menentu menjadi tantangan terberat kurir sepeda. Panas terik ataupun hujan deras sering dihadapi kurir sepeda dalam mengantar barang ke tujuan.

Tantangan berat lainnya adalah udara. Sudah lazim diketahui bila Indonesia belum memiliki peraturan yang ketat tentang emisi gas bermotor. Asap kendaraan bermotor telah menjadi hal yang biasa dimaklumi kurir sepeda ketika berkendara.

“Di negara maju yang peraturan emisi gas buangnya lebih ketat, kualitas udara di perkotaan jauh lebih baik. Hal itulah yang membuat bersepeda menjadi lebih nyaman,” ujar Duenno.

Sang Ketua Umum juga mengharapkan bila pemerintah Indonesia untuk memperhatikan hal ini agar jalanan dalam negeri lebih ramah bagi para pesepeda. Lebih jauh Ia juga berangan-angan bila profesi kurir sepeda bisa bertahan lama di Indonesia. Tak lain dampaknya adalah untuk memperbanyak pelayanan yang ramah lingkungan.

Kredit foto: instagram.com/indonesiabma