Roaster Awal Dead Records, FYAHMAN, Rilis Debut EP Hussein Club

Dead Records (Deadrec), label musik elektronik yang sempat merilis beberapa singles dan EP dari ASAM, CVX, Logic Lost, Array, dan Dickaz123 pada hari ini (6/11) resmi merilis Hussein Club EP. Rilisan ini merupakan produksi debut dari roster awal Deadrec, Fyahman.

Sebelumnya, Fyahman dikenal dengan seri set Bassmallah dan Musik di halaman Mixcloud-nya. Sosok ini merupakan representasi sound yang berorientasi pada frekuensi rendah; bass music, di antara beberapa roster Deadrec.

Mengawali eksplorasinya lewat gig-gig dubstep dan garage di kolektif 24/7, Fyahman memang mengakui bahwa soundsystem culture dan timeline Hardcore Continuum (jungle, dubstep, grime, garage) menjadi inspirasi terbesar
untuk set-setnya.

Dari berbagai eksplorasinya, Hussein Club akhirnya tercipta. Komposisi 4 menitan ini berfokus pada beats dan efek dengan mengetengahkan berbagai samples. Gembira Putra (Gembi), sosok di balik Fyahman, mengadaptasi intensitas sound khas deconstructed dengan sentuhan sample saluang, instrumen ikonik khas Minangkabau.

“Saya lahir dari keluarga dengan tradisi Minang yang sangat kuat. Ibu saya orang Sungai Pua, nagari (desa) yang dikenal sebagai pusatnya pandai besi di Bukittinggi di masa lalu,” Gembi menjelaskan konsep Hussein Club. Dia menambahkan, “Beats di ‘Hussein Club’ merepresentasikan hal tersebut. Pun saluang yang saya attach di sepanjang komposisi.”

Selain itu, nama Hussein juga dipilih karena tradisi Tabuik masih dijalankan oleh orang-orang Sumatra Barat, khususnya area Pariaman. “Tabuik bagi saya adalah tradisi yang magis dan seru pada saat yang bersamaan. Ada puji-pujian untuk Hussein ibn Ali, sekaligus irama yang intens melalui ensembel gandang tansa,” ujar Gembi. Tabuik merupakan upacara peringatan hari Asyura, memperingati meninggalnya Hussein ibn Ali.

Gembi menjelaskan juga jika pada akhirnya Hussein Club merupakan identitas untuk sound-nya sebagai produser. “Selayaknya rilisan pertama, ini ‘label’ saya sebagai Fyahman. Sound ini kebetulan dekat dan relevan dengan hidup saya.”

Turismo Avenue menyumbangkan remix untuk Hussein Club
Di sisi B, Hussein Club mendapatkan treatment gubahan khusus dari Turismo Avenue. Di tangan John van der Mijl–sosok di balik Turismo Avenue–Hussein Club menjadi lebih
dancefloor-friendly lewat aransemen beat dubstep yang kemudian menjadi jungle/drum & bass.

Remix dari Turismo Avenue ini dapat menjadi transisi yang ideal untuk membawa set dubstep/grime/bass ke estetika klasik drum & bass. John sebelumnya memang dikenal lewat produksi dan setnya yang piawai di event-event kolektif drum & bass tertua di Jakarta, Javabass. Saat ini, John berafiliasi di Pepaya Records, label yang juga sempat merilis album studio pertamanya sebagai Turismo Avenue, dan juga sebagai rumah untuk kompilasi dance music yang epik di Tanah Air: Dentum Dansa Bawah Tanah.

“Saya sudah lama kenal Gembi (Gembira Putra), kebetulan kami punya selera yang sama, sharing the love for experimental and bass music,” John memberikan testimoni untuk Gembira Putra. Dia menjelaskan juga bahwa saat Gembi berencana merilis single, dia merasa ingin jadi bagian di momen tersebut. “Tapi selain itu, track-nya juga terbilang unik di masa kini; kombinasi saluang dengan beats perkusif.” John menambahkan, “Siapa yang nggak mau buat ikutan kontribusi di EP ini?”

Info lebih lanjut soal Deadrec:
Bandcamp: https://deadrec.bandcamp.com/
Soundcloud: http://soundcloud.com/dead_rec
Instagram: https://www.instagram.com/deadrec/
Twitter: https://twitter.com/dead_rec
E-mail: deadrecmusic@gmail.com