Vanews

Buku Harian Ditemukan, Alasan Avicii Bunuh Diri Terungkap

Avicii

Pada 20 April 2018, seluruh dunia dihebohkan dengan berita meninggalnya Tim Bergling, atau yang populer dengan nama Avicii.

Dj asal Swedia tersebut memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dengan menggunakan pecahan botol kaca ketika sedang liburan di Kota Muscat, Oman.

Tepat sebelum kematiannya, Avicii sempat menuliskan sebuah buku harian ketika dirinya sedang mengalami rehabilitasi di suatu rumah sakit, karena penyalahgunaan narkoba dan alkohol.

Belum lama ini, buku tersebut ditemukan dan kata-kata terakhirnya sebelum meninggal pun terungkap.

Isi pesan itu nantinya akan dipublikasikan dalam sebuah buku bertajuk Tim – The Official Biography of Avicii yang digarap oleh Måns Mosesson dan dijadwalkan akan rilis pada 18 Januari 2022.

Buku tersebut akan membahas tentang seluruh kehidupan dan perjalanan karir Avicii, serta kesehatan mental yang dialaminya karena dampak kecanduan dari narkoba dan alkohol.

Baca juga: Hindari Cidera Mental Melalui Ocehan Sederhana Ini

Sang penulis buku ini pun mengaku sudah berbicara kepada orangtua dan seluruh kerabat terdekat untuk mengangkat kisah hidup dan karir Avicii.

Adapun kata-kata terakhir Avicii dalam buku hariannya adalah sebagai berikut.

“Aku sulit menerima untuk tidak pernah boleh minum lagi meskipun semua dokter sangat menyarankanku untuk menunggu, setidaknya satu tahun lagi bahkan sebelum minum bir”, tulis pelantun lagu Wake Me Up dalam buku hariannya, dikutip dari New York Post.

“Tentu saja aku tidak mendengar kata-kata dokter, aku malah mendengar dari beberapa orang yang mengatakan tidak apa-apa saya minum jika saya berhati-hati. Aku bodoh, naif, dan melakukan tur dunia, masih melakukan tur yang tidak akan pernah berakhir. Karena, sekalinya kalian mengelilinginya, coba tebak? Kalian akan mulai dari awal lagi”, lanjutnya.

“Hari-hari di rumah sakit merupakan hari-hari yang paling bebas dari kecemasan dan stres yang aku rasakan selama enam tahun terakhir. Itu adalah liburanku yang sebenarnya, kedengarannya menyedihkan.” Ungkap Avicii.

“Itu sangat melegakan, mengingat jadwalku yang sangat gila yang aku pertahankan sampai saat itu,” tambahnya.

Sehari sebelum meninggal, seorang kenalan yang baru dia jumpai ketika liburan di Oman menghubungi sang ayah karena khawatir dengan kondisi kesehatan Avicii yang saat itu tidak berbicara dan makan sama sekali.

Seorang teman tersebut juga yang mengabari sang ayah karena anaknya telah meninggal dunia dengan cara bunuh diri.

Kata-kata terakhir Avicii dalam buku hariannya adalah, “The shedding of the soul is the last attachment, before it restart!”

Mahesa Jenar
Bismillah Biar Alhamdulillah

“Money” Milik Lisa Blackpink Sudah Didengar 300 Juta Kali di Spotify dan Berhasil Pecahkan Rekor

Previous article

Awal Tahun 2022, Danila Riyadi Rilis Lagu Baru

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.