Ajakan Reno Pratama Untuk Bertualang di The Time Is Now

Ajakan Reno Pratama Untuk Bertualang di The Time Is Now

Mari kita kesampingkan perihal prestasi Reno Pratama di industri papan luncur yang begitu mengkilap pada era tengah 2000. Album Ini adalah sebuah pelampiasan sikap dia dalam berkesenian yang bernas serta memiliki nilai esensial bagi dirinya sendiri, pun pendengar yang memang bisa merasa intim melalui karya-karya lampiran ‘The Time Is Now’.

Banyak kejutan yang terpapar dengan baik di rilisan si skater flamboyan ini. Ada warna Neil Young, Johnny Cash, hingga Mogi Darusman yang berkelebatan di kitaran langgam-langgamnya.

Kita dibuat untuk tidak menggeneralisir keseluruhan isinya. Karena dari satu tembang ke tembang lainnya bak lensa pandang Reno terhadap rentet khatulistiwa kehidupan dia, baik sebagai pegiat kultur, seniman, hingga petualang eksentrik.

Cerpen realisme dari satu lagu ke lagu lainnya penting didengarkan satu per satu, untuk mendapatkan efek persepsi dari sudut pandang pendengar. “Down The Road” adalah hanoi yang bergumam, sedangkan “Lakukan Dan Pahami” merupakan wujud eksentrik Reno dalam menyikapi kehidupan. Sementara “Negeriku” dan “Hey Strangers” menyirat kegusaran Reno yang terimplementasi melalui cara penyampaian sederhana, sehingga kita tidak perlu terbebani oleh gol dari lagunya sendiri.

Selebihnya teknik penguakan makna-makna sentimentil penuh hasrat tersaji hangat lewat tembang-tembang “Hati Hati Sama Hati”, “Lovers and Haters”, dan “Di Sudut Ibukota”.

Lalu di “Lonely Wolf Traveller”, pendekatan musikalitas binaural yang berkelas, memerikan kesungguhan Reno yang tidak pernah berpura-pura untuk menuangkan apa yang telah terpatri dalam perjalanan hidup dia sebagai seniman maupun….apapun citra dia di mata kalian.

foto: https://www.reno.co.id/

Share this article :
Vantage Banner Ads