FashionVantips

Salut! Ini 3 Brand Lokal yang Peduli dengan Lingkungan

brand lokal sustainable fashion

Industri fast fashion diketahui menghasilkan limbah yang banyak dan memberikan dampak buruk pada lingkungan. Akan tetapi, masih ada beberapa brand lokal yang peduli dengan lingkungan.

Berikut adalah brand lokal yang peduli dengan lingkungan dan sangat layak untuk dicoba.

1. Rupahaus

Rupahaus merupakan brand lokal yang didirikan oleh Stephanie Chandra, brand ini mengusung konsep sustainable fashion untuk menjaga lingkungan dan mempertahankan warisan tradisi.

Merek ini hadir atas kepedulian Stephanie atas tekstil Indonesia yang kehilangan jati dirinya yang mulai menggunakan mesin dibanding menggunakan cara tradisional.

Padahal, membuat baju menggunakan mesin dapat berbahaya bagi lingkungan karena limbah yang dihasilkan dari proses pembuatannya.

Pengrajin tekstil yang berada di desa-desa kecil kemudian berkolaborasi dengan desainer dari Australia.

Selain itu, sebagian profit yang dihasilkan juga diinvestasikan kembali pada komunitas pengrajin di desa.

Untuk katalog dan pembelian dapat mengunjungi akun Instagram official-nya, @rupahaus.

2. Cottonink

Debut CottonInk Rilis Koleksi Fashion Ramah Lingkungan ...

Cottonink juga merupakan brand lokal yang peduli terhadap lingkungan. Baru-baru ini, mereka berinovasi dengan mengeluarkan sustainable fashion berjudul Pastel Whimsical yang berkolaborasi dengan TENCEL.

Pastel Whimsical hadir dengan nuansa cerah dan bergaya santai. Pakaiannya mudah untuk di-mix and match dan cocok untuk segala suasana.

Fashion terbaru tersebut mengajak orang untuk lebih cermat ketika memilih produk fashion. Tidak hanya bergaya, tapi juga ramah lingkungan ketika diproduksi.

Baca Juga: New York Fashion Week Tampil Perdana di Metaverse

Proses pembuatan serat untuk bahan tekstil milik TENCEL memiliki konsep closed-loop production yang mengubah pulp menjadi serat selulosa.

Akibat bahan dasar produksi yang alami, produk pakaian ini dapat terurai kembali dan tidak akan merusak lingkungan.

Koleksi dan informasi lebih lanjut tentang Cottonink dapat dilihat langsung melalui akun Instagram-nya, @cottonink.

3. Osem

Brand lokalyang sudah berdiri sejak 2014 ini dibuat oleh lima orang sahabat yang memiliki latar belakang jurusan Arsitek dan Arsitek Interior UI.

Awalnya, Osem hanya ingin bermain dengan warna biru yang dihasilkan dari tumbuhan Indigofera Tinctoria. Bahan tersebut membuat brand lokal ini ramah lingkungan.

Kain yang digunakan juga berasal dari serat alam seperti katun, linen, rami, dan serat alam lainnya. Selain itu, mereka juga mengusung konsep less/zero-waste.

Jika terdapat bahan sisa potongan, bahan tersebut akan dibuat untuk produk yang lebih kecil lagi agar tidak ada yang terbuang.

Lebih dari itu, Osem juga mengedepankan fair trade, yaitu membayar upah pekerja sesuai dengan standar yang layak.

Informasi lebih lanjut, katalog, dan cara pembelian dapat dilihat melalui akun Instagram, @_osem.

5 Cara Adaptasi dengan Lingkungan Baru, Anak Rantau Can Relate!

Previous article

Jelajahi “Upside Down” dengan VR, Rasakan Pengalaman Baru!

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *